Virus mers ditemukan pada seorang petugas kesehatan yang baru saja kembali ke Indiana, AS, dari Arab Saudi. Pria itu jatuh sakit dan kini dirawat dalam kondisi stabil. Lembaga kesehatan publik AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menelusuri penumpang pesawat yang melakukan kontak jarak dekat dengan pria tersebut.
Penemuan virus mers ini mengindikasikan adanya penularan antara binatang dan manusia
(zoonesis). “Dengan pengetahuan ini, kita dapat secara khusus beraksi atas penyebaran virus. Vaksinasi unta tengah didiskusikan dan kami bakal mampu menghentikan penyebaran virus itu,” kata Nowotny. “Ini berarti tidak ada turunan virus MERS-CoV unta yang spesifik. Tapi salah satu virus menginfeksi unta dan manusia,” jelas koordinator riset Norbert Nowotny.
Jalur penularan
Peneliti juga menemukan bahwa virus dalam jumlah sangat tinggi ditemukan pada lapisan tipis mata unta dan permukaan lembab yang melapisi hidung. Oleh sebab itu para ilmuwan menganggap jalur penularan MERS-CoV yang paling mungkin terjadi melalui dua situs kontak itu, yakni mata dan hidung.

Virus mers menewaskan 800 jiwa di seluruh dunia.
Penemuan virus mers ini mengindikasikan adanya penularan antara binatang dan manusia
(zoonesis). “Dengan pengetahuan ini, kita dapat secara khusus beraksi atas penyebaran virus. Vaksinasi unta tengah didiskusikan dan kami bakal mampu menghentikan penyebaran virus itu,” kata Nowotny. “Ini berarti tidak ada turunan virus MERS-CoV unta yang spesifik. Tapi salah satu virus menginfeksi unta dan manusia,” jelas koordinator riset Norbert Nowotny.
Jalur penularan
Peneliti juga menemukan bahwa virus dalam jumlah sangat tinggi ditemukan pada lapisan tipis mata unta dan permukaan lembab yang melapisi hidung. Oleh sebab itu para ilmuwan menganggap jalur penularan MERS-CoV yang paling mungkin terjadi melalui dua situs kontak itu, yakni mata dan hidung.
Virus mers menewaskan 800 jiwa di seluruh dunia.
0 komentar
Posting Komentar